Gerai Pangan, Alternatif untuk Belanja di Tanjungpinang

Januari 19, 2020


Siapa yang nggak sempat berbelanja setiap hari
ke pasar? Apakah kalian juga termasuk emak rempong seperti saya yang cuma bisa ke pasar saat akhir pekan? Kalau iya, kalian wajib baca tulisan ini. Jadi, weekend pekan ini akhirnya saya berkesempatan untuk mampir ke gerai pangan Tanjungpinang yang lokasinya berada di jalan Hang Lekir, batu IX, Tanjungpinang Timur. Bazar pangan murah ini sebenarnya sudah diresmikan oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tanjungpinang sejak tanggal 12 Desember 2019 tempo hari namun saya baru sempat belanja kesini tadi pagi.

Gerai Pangan merupakan wadah petani di Tanjungpinang untuk menjual hasil panennya langsung kepada konsumen dengan harga yang sesuai dan keuntungan yang wajar. Jadi, jika kalian penghobi sayuran dan buah-buahan segar yang baru dipetik dari kebun, gerai pangan bisa menjadi tujuan belanja yang menyenangkan. Tidak perlu menawar kalian dijamin akan mendapatkan harga yang murah. Lokasinya pun mudah dikenali karena berada di pinggir jalan Hang Lekir atau di sebelah kanan jalan setelah lapangan bola jika kalian dari arah Bintan Center.


suasana gerai pangan 
Selain menjual sayuran, buah, ikan, daging dan ayam bazar pangan ini juga menjual sembako yang stoknya disupply langsung dari Bulog, distributor, dan BUMD, sebagai pemasok. Saat pertama kali masuk saya sudah kalap melihat dagangan yang dipajang di atas meja. Betapa tidak, sayuran yang dijual disini selain beragam juga bersih karena sebagian besar adalah hasil panen dari kebun sendiri. 
erbukti dengan variasi buah yang dijajakan adalah buah lokal yang sedang musim seperti rambutan, manggis, jambu, durian, alpukat.


salah satu penjual sayur segar
Tidak hanya petani konvensional saja yang menjual hasil panennya, beberapa petani hidroponik pun menjual sayuran dan beberapa bibit tanaman yang wajib ada di rumah seperti jeruk purut, daun bawang, seledri, cabe, tomat, bahkan daun mint. MasyaAllah rasanya semua ingin dibeli jadinya. Kalap! Meski gerai pangan ini tidak menjual dalam jumlah besar namun insyaAllah variasi bahan pokok yang ditawarkan di sini mampu memenuhi kebutuhan harian masyarakat sekitar. Harapannya sih semoga selanjutnya gerai pangan bisa dibuka setiap hari, jadi masyarakat yang ingin berbelanja tidak perlu jauh-jauh ke pasar induk. 

anak-anak membeli lele
Selain berbelanja buah dan sayur, saya tadi mencoba membeli ikan lele favorit anak-anak dan memang terbukti harganya selisih jika dibandingkan kita berbelanja di pasar tradisional. Lumayan banget kan, bisa buat beli yang lainnya. Lokasi stand sayur dan ikan, ayam serta daging dipisah untuk menjaga kebersihan dan higienitas. 

Oiya, untuk tim jajan dan ingin membeli lauk pauk yang sudah masak ada juga lho, Mak. Kepengen jajan tradisional pun ada. Yang demen jajan boleh mampir kesini ada banyak pilihan dari kue basah sampai epok-epok atau luti gendang pun ada,tak lupa air tahu bahkan jamu pun dijual disini. Jadi, jika akan berbelanja ke sini jangan lupa bawa catatan ya, Mak supaya tidak gagal fokus. 

Overall, gerai pangan dapat dijadikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan produk dengan harga relatif lebih murah di tengah perekonomian yang semakin sulit. Gerai pangan semoga mampu memicu perbaikan dan pengembangan perekonomian Kota Tanjungpinang. Apalagi harga sayur dan buah yang ditawarkan di sini sangat terjangkau. Jadi masyarakat khususnya yang tinggal di dekat batu IX tidak perlu pergi jauh-jauh lagi untuk berbelanja kebutuhan sayur, buah, ikan, ayam, daging bahkan sembako karena di gerai pangan ini sudah lumayan lengkap. 

pedagang ikan dan ayam terpisah
Para pedagang pun sudah diatur sedemikian rupa dalam zona-zona yang disesuaikan dengan jenis komoditas yang dijualnya. Ketentuan ini memudahkan kedua belah pihak baik pembeli maupun pedagang untuk bertransaksi sehingga jauh dari kesan kumuh dan semrawut. Berbelanja tidak lagi repot bahkan bagi saya yang tadi berbelanja sambil membawa dua anak. Karena pengunjung yang datang sudah tahu letak jual sayur dan buah. Apalagi gerai pangan ini jauh dari becek, jorok dan kesemerautan seperti pasar tradisional lainnya. Yuk, berkunjung untuk membantu petani lokal kita. 

You Might Also Like

7 komentar

  1. Keren euy. Kalau kaya gini petani bisa menjual dengan harga wajar ya. Mungkin keuntungan mereka juga bisa lebih besar.

    Baru td membahas harga jagung yang katanya diambil dari petani dengan harga kurang dari 2rb/kg. Padahal jika beli di pasar bisa sampai belasan ribu per kg. Kok rasanya jauh banget. Tp dengan adanya pasar semacam ini bisa membantu para petani.

    Jadi inget skripsiku dl yg mengusung konsep semacam ini. Tp untuk bunga dan tanaman hias

    *eh jauh amat larinya ke skripsi hahaha

    BalasHapus
  2. o.... gerainya gak dibuka tiap hari ya mbak. Ini mungkin mirip-mirip pasar kaget gak sih kalau dibatam. Wah saya kalo liat sayur dan buah juga rada tamak..... aih

    BalasHapus
  3. Maa syaa Allah keren... Bener mba Monique, selain kalap karena harga murah juga karena lihat sayur-buah yang tantik2 segerr godaan utamanya. Hihi

    BalasHapus
  4. Waahhh kereenn. MasyaAllah.

    Kalau di Batam, ada gerai pangan kayak gini juga gak ya?

    BalasHapus
  5. Wah, kereeeenn.. Semoga berkembang di mana-mana pasar semacam ini. harga murah, kualitas mantap, petani senang, emak-emak happy..hehe..

    BalasHapus
  6. Emak2 paling suka yang ada kata murah dan segar nya ni. Kalau ada di batam info ya mbk mon. Dirimu biasanya banyak info beginian

    BalasHapus
  7. Keren banget sih Mba moniq ini
    Selalu nemuin hal-hal kece diluar sana.

    BalasHapus